Metodologi Penelitian

MASALAH, VARIABEL DAN PARADIGMA
PENELITIAN

A. MASALAH
Setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah. Bila dalam penelitian telah dapat menemukan masalah yang betul-betul masalah, maka sebenarnya pekerjaan penelitian itu 50% telah selesai. Oleh karena itu menemukan masalah dalam penelitian merupakan pekerjaan yang tidak mudah, tetapi setelah mesalah dapat ditemukan, maka pekerjaan penelitian akan segera dapat dilakukan.
Masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi. Stonner (1982:257) mengemukakan bahwa masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapaat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataaan antara apa yang direncanakan dengan kenyataaan, adanya pengaduan dan kompetisi.
Menurut Fraenkel dan Wallen (1990:22) mengemukakan bahwa rumusan masalah yang baik yaitu:
1. Masalah harus feasible, yaitu masalah tersebut harus dapat dicarikan jawabannya melalui sumber yang jelas, tidak banyak menghabiskan dana, tenaga dan waktu.
2. Masalah harus jelas, yaitu semua orang memberikan persefsi yang sama terhadap masalah tersebut.
3. Masalah harus signifikan, yaitu jawaban atas masalah tersebut harus memberikan konttibusi terhadap pengembangan ilmu dan pemecahan masalah kehidupan manusia.
4. Masalah bersifat etis, yaitu tidak berkenaan dengan hal-hal yang bersifat etika, moral, nilai-nilai keyakinan dan agama.

B. BENTUK-BENTUK MASALAH PENELITIAN
a) Permasalahan Deskriptif
Yaitu suatu permasalahan yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variaberell mandiri, baik hanya satu variable atau lebih.
Contoh :
1) Seberapa baik kinerja Kabinet Gotong Royong?
2) Seberapa tinggi efektivitas kebijakan mobil berpenumpang tiga di Jakarta?

b) Permasalahan Komparatif
Yaitu suatu permasalahan penelitian yang bersifat membandingkan keberadaan satu variable atau lebih pada sampel yang berbeda atau pada waktu yang berbeda.
Contoh :
1) Adakan perbedaan produktivitas kerja antara Pegawai Negeri, BUMN dan Swasta?
2) Adakan kesamaan cara promosi antara perusahaan A dan B?

c) Permasalahan Asosiatif
Yaitu suatu permasalahan penelitian yang bersifat berhubungan antara dua varibel atau lebih. Didalam permasalahan penelitian ini terdapat tiga bentuk hubungan yaitu :
1) Hubungan Simetris
2) Hubungan Kausal
3) Hubungan Interaktif

C. VARIABEL PENELITIAN
Variable adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saaj yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Secara teoritis variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau obyek, yang mempunyai “Variasi” antara yang satu orang dengan yang lain atau antara obyek dengan obyek yang lain (Hatch dan Farhady, 1981).
Menurut hubungan antara satu variabel denga variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi :
1. Variabel Independen, yaitu merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (teikat).
2. Variabel Dependen, yaitu variabel terikat yang mempengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
3. Varibel Moderator, yaitu varibel yamg mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen.
4. Variabel Intervening, yaitu variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur.
5. Variabel Kontrol, yaitu variabel yang dikendalikan atas dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independen tehadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.

D. PARADIGMA PENELITIAN
Paradigm penenitian dalam hal ini diartikan sebagai pola piker yang menunjukkan hubungan antara variable yang akan diteliti sekaligus mecerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesia, jenis dan jumlah hipostesis, dan teknik analsis statistik yang akan digunakan.
Bentuk-bentuk paradigma atau model penelitian kuantitatif seperti berikut ini:
1. Paradigma sederhana, terdiri atas satu variabel independen dan dependen.
2. Paradigma sederhana berurutan, yaitu terdapat lebih dari dua variabel tetapi hubungannya masih sederhana.
3. Paradigma ganda dengan dua variabel independen, yaitu terdapat dua variabel independen dan satu dependen.
4. Paradigma ganda dengan empat variabel variabel independen, yaitu terdapat tiga variabel independen dan satu dependen.
5. Paradigma ganda dengan dua variabel dependen, yaitu satu variabel independen dan dua dependen.
6. Paradigma ganda dengan dua variabel independen dan dua dependen, yaitu terdapat dua variabel independen dan dua variabel dependen.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s