MIMPI

untuk kesekian kali nya, engkau hadir didalam mimpiku
aku sadar mimpi hanyalah bunga tidur yang menghiasi tidur ku..
tapi…
tidak dapat aku pungkiri
rasa kangen yang hadir dalam hati dan pikiran ku ini
semakin bertambah seiring hadirnya dirimu dimimpiku..

ohh..Tuhan,,
apakah yang engkau rencakan
aq hanya ingin melupakan masa lalu ku bersama dia
kenapa engkau selalu mengirim dirinya ke dalam mimpi ku

aku sadar aq tidak berhak berburuk sangka terhadap Engkau
tapi..
aq tidak bisa memungkiri bahwa aq selalu memikirkannya

mungkin kami berdua tidak bisa bersama
tapi aku harap kamu masih memiliki kenangan yang kita miliki bersama waktu tempo dulu..

Iklan

TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

TATA URUTAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
Menurut TAM MPR RI No.III/MPR/2000, tentang sumber hukum dan tata urutan peraturan perundang-undangan yaitu meliputi :
1. UUD 1945
UUD 1945 merupakan peraturan dasar hukum tertulis Negara RI, yang memuat tentang dasar dan garis besar hukum dalam penyelenggaraan Negara.
2. Ketetapan MPR RI
Ketetapan MPR RI merupakan suatu keputusan MPR yang diputuskan dalam sidang-sidang MPR.
3. Undang-Undang
Undang-undang merupakan keputusan yang dibuat oleh Presiden bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam melaksanakan UUD 1945 dan TAP MPR.
4. Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPU)
PERPU merupakan peraturan yang diambil dalam keadaan yang memaksa atau dalam keadaan yang genting. Dengan ketentuan sebagai berikut :
5. PERPU harus diajukan ke DPR dalam persidangan
DPR dapat menolak atau menerima PERPU tersebut dengan tidak melakukan perubahan
Apabila PERPU tersebut ditolak maka PERPU tesebut harus dicabut.
6. Peraturan Pemerintah, peraturan ini dibuat oleh Pemerintah untuk melaksanakan undang-undang.
Peraturan Presiden, peraturan yang dibuat oleh presiden yang sifatnya pengaturan
7. Peraturan Daerah, Peraturan Daerah meliputi :
a. Peraturan daerah provinsi, dibuat oleh DPR bersama Gubernur yang bersangkutan.
b. Paraturan kabupaten/kota, dibuat oleh :
1) Kota : DPR bersama Walikota
2) Kabupaten : DPR bersama Bupati
c. Peraturan Desa, dibuat oleh Dewan Perwakilan Desa bersama Kepala Desa.

DPA (Dewan Pertimbangan Agung)
DPA singkatan dari Dewan Pertimbangan Agung. DPA ini merupakan bekas Lembaga Tinggi Negara yang berfungsi untuk memberikan masukan dan pertimbangan kepada Presiden. Atau dengan kata lain wajib memberikan jawaban atas pertanyaan Presiden dan mempunyai hak untuk mengajukan usul kepemerintah. DPA dibentuk pada tanggal 25 September 1945 dan setelah dilakukan amandemen sesuai dengan peraturan Presiden No.135/M/2003, DPA dihapuskan pada tanggal 31 Juli 2003.
Kemudian pada Pemerintaahnnya SBY dikenal lagi istilah Wantimpres. Wantimpres merupakan singkatan dari Dewan Pertimbangan Presiden yang berfungsi memberikan pertimbangan dan nasihat kepada presiden. Wantimpres dibentuk kembali oleh Presiden SBY pada tahun 2007, dan Wantimpres ini merupakan kelanjutan dari DPA yang dihapus setelah Amandemen Ke-4. Wantimpres beranggotakan 9 orang dan dilantik selambat-lambatnya 3 bulan sesudah Presiden dilantik. Wantimpres berakhir masa jabatannya bersamaan dengan akhir masa jabatan Presiden atau diberhentikan oleh Presiden.

MANAJEMEN PERUBAHAN

MANAJEMEN PERUBAHAN

A. Pengertian
Manajemen Perubahan adalah upaya yang dilakukan untuk mengelola akibat-akibat yang ditimbulkan karena terjadinya perubahan dalam organisasi. Perubahan dapat terjadi karena sebab-sebab yang berasal dari dalam maupun dari luar organisasi tersebut.
Perubahan mempunyai manfaat bagi kelangsungan hidup suatu organisasi, tanpa adanya perubahan maka dapat dipastikan bahwa usia organisasi tidak akan bertahan lama. Perubahan bertujuan agar organisasi tidak menjadi statis melainkan tetap dinamis dalam menghadapi perkembangan jaman, kemajuan teknologi dan dibidang pelayanan kesehatan adalah peningkatan kesadaran pasen akan pelayanan yang berkualitas

B. Tipe perubahan
Perubahan terdiri dari 3 tipe yang berbeda, dimana setiap tipe memerlukan strategi manajemen perubahan yang berbeda pula. Tiga macam perubahan tersebut adalah:
(1) Perubahan Rutin, dimana telah direncanakan dan dibangun melalui proses organisasi;
(2) Perubahan Peningkatan, yang mencakup keuntungan atau nilai yang telah dicapai organisasi;
(3) Perubahan Inovatif, yang mencakup cara bagaimana organisasi memberikan pelayanannya.

C. Langkah-langkah manajemen perubahan
1. Identifikasi Tipe Perubahan
Ketika anda harus memanaj perubahan, pertama-tama perlu mengidentifikasi tipe dari perubahan tersebut.
Contoh : anda sebagai kepala keperawatan/kebidanan memperkenalkan standar baru tentang kerja keras.

a. Tipe Peningkatan Perubahan
Seperti penggunaan waktu secara moderat, ini akan memerlukan waktu untuk mencapainya, karena kebiasaan buruk dari staf. Untuk mencapai sukses akan memerlukan manajemen waktu untuk memonitor secara reguler.
b. Tujuan dari Standar :
(1) Setiap staf perawat dan bidan harus selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh pasen (dewasa maupun anak-anak)
(2) Penyebaran penyakit dan infeksi silang akan berkurang dengan tindakan ini
(3) Staf akan menerima tanggung jawab klinis dari standar ini
c. Beberapa Pernyataan tujuan yang lebih Spesifik lagi dapat berupa :
Mengurangi infeksi dengan cara staf melakukan cuci tangan

2. Identifikasi Tujuan Perubahan
Tugas kedua adalah mengidentifikasi tujuan-tujuan perubahan. Kemudian merencanakan tujuan-tujuan tersebut secara jelas dan memberikan batasan antara waktu dengan perubahan mana yang dapat diterima.
Kesulitan perubahan, adalah upaya lebih lanjut yang harus dimasukkan dalam perencanaan tujuan. Perencanaan tujuan mengklarifikasi kebutuhan akan situasi dan meningkatkan ketelitian respon. Ini akan memberikan fleksibilitas yang lebih, dalam manajemen perubahan. Kejelasan tujuan memberikan arahan dan petunjuk dalam mengambil keputusan mengenai apa yang harus dilakukan. Dengan membuat perencanaan untuk mencapai tujuan-tujuan yang spesifik akan mengurangi pemborosan waktu dan upaya.

D. Analisi SWOT
Sejak awal sebagian besar tujuan-tujuan untuk perubahan mencakup beberapa prioritas isu, maka analisis SWOT (strength, weakness, opportunities and threats) lebih banyak digunakan untuk menggabungkan faktor internal dan eksternal dalam perubahan organisasi. Setiap prioritas isu harus diolah dengan analisis SWOT.

a) Strengths (Kekuatan)
• Tujuan-tujuan perubahan ?
• Apa salah satu kekuatan dari tujuan ini ?
• Kebutuhan apa yang perlu ditegaskan tentang kekuatan ini ?
• Siapa yang harus diberitahu mengenai kekuatan ini ?
• Bagaimana mereka diberitahu ?
• Sejak kapan ?
• Siapa yang bertanggung jawab mengkomunikasikannya ? Sejak kapan ?
• Siapa yang memonitor proses ini ? Data-data apa saja yang diperlukan ?
• Bagaimana mengumpulkan data-data tersebut ?

b) Weaknesses (Kelemahan)
• Tujuan-tujuan perubahan
• Apa salah satu kelemahan dari tujuan ini ?
• Kebutuhan apa yang perlu ditegaskan tentang kelemahan ini ?
• Siapa yang harus diberitahukan mengenai kelemahan ini ?
• Bagaimana mereka diberitahukannya ?
• Sejak kapan ?
• Siapa yang bertanggung jawab mengkomunikasikannya ? Sejak kapan ?
• Siapa yang memonitor proses ini ? Data-data apa saja yang diperlukan ?
• Bagaimana mengumpulkan data-data tersebut ?

c) Opportunities (Kesempatan)
• Tujuan-tujuan perubahan
• Apa salah satu kesempatan dari tujuan ini ?
• Kebutuhan apa yang perlu ditegaskan tentang kesempatan ini ?
• Siapa yang harus diberitahukan mengenai kesempatan ini ?
• Bagaimana mereka diberitahukannya ?
• Sejak kapan ?
• Siapa yang bertanggung jawab mengkomunikasikannya ? Sejak kapan ?
• Siapa yang memonitor proses ini ? Data-data apa saja yang diperlukan ?
• Bagaimana mengumpulkan data-data tersebut ?

d) Threats (Hambatan)
Tujuan-tujuan perubahan
Apa salah satu hambatan dari tujuan ini ?
Kebutuhan apa yang perlu ditegaskan tentang hambatan ini ?
Siapa yang harus diberitahukan mengenai hambatan ini ?
Bagaimana mereka diberitahukannya ?
Sejak kapan ?

E. SIAPA SAJA YANG TERLIBAT

Hal selanjutnya yang perlu dipikirkan adalah mengenai profil orang – orang yang terlibat dalam perubahan. Profil orang-orang tersebut seharusnya dapat mengorganisasi informasi dari semua orang terlibat dalam upaya perubahan. Setiap orang akan mempunyai prioritas dan minat yang berbeda, berdasarkan fungsi mereka. Kebijaksanaan dan diplomasi harus digunakan ketika mempresentasikan tujuan perubahan kepada kelompok. Pesan yang sama harus disampaikan kepada semua orang, bagaimanapun pentingnya, perlu dicermati hal-hal khusus yang banyak relevansinya kepada kelompok.

Penyesuaian pesan dengan minat orang-orang ini membawa kita untuk bekerja lebih efektif dengan kebutuhan yang berbeda-beda bagi setiap individu atau kelompok. Dengan memahami perbedaan akan meningkatkan kemungkinan menghargai pengalaman teman sejawat. Dengan memahami konsentrasi dan minat setiap orang, akan meningkatkan kinerja kepemimpinan. Contoh: Untuk memonitor tingkat infeksi semua staf di klinik, termasuk para dokter, perawat, bidan, petugas kebersihan, petugas yang menyediakan sabun dan tissue, para pasen.

F. Tahap-Tahap Manajemen Perubahan

Suatu perubahan terjadi melalui tahap-tahapnya. Pertama-tama adanya dorongan dari dalam (dorongan internal), kemudian ada dorongan dari luar (dorongan eksternal). Untuk manajemen perubahan perlu diketahui adanya tahapan perubahan. Tahap-tahap manajemen perubahan ada empat, yaitu:
Tahap 1, yang merupakan tahap identifikasi perubahan, diharapkan seseorang dapat mengenal perubahan apa yang akan dilakukan /terjadi. Dalam tahap ini seseorang atau kelompok dapat mengenal kebutuhan perubahan dan mengidentifikasi tipe perubahan.
Tahap 2, adalah tahap perencanaan perubahan. Pada tahap ini harus dianalisis mengenai diagnostik situasional tehnik, pemilihan strategi umum, dan pemilihan. Dalam proses ini perlu dipertimbangkan adanya factor pendukung sehingga perubahan dapat terjadi dengan baik.
Tahap 3, merupakan tahap implementasi perubahan dimana terjadi proses pencairan, perubahan dan pembekuan yang diharapkan. Apabila suatu perubahan sedang terjadi kemungkinan timbul masalah. Untuk itu perlu dilakukan monitoring perubahan.
Tahap 4, adalah tahap evaluasi dan umpan balik. Untuk melakukan evaluaasi diperlukan data, oleh karena itu dalam tahap ini dilakukan pengumpulan data dan evaluasi data tersebut. Hasil evaluasi ini dapat di umpan balik kepada tahap 1 sehingga memberi dampak pada perubahan yang diinginkan berikutnya.
Suatu perubahan melibatkan perasaan, aksi, perilaku, sikap, nilai-nilai dari orang yang terlibat dan tipe gaya manajemen yang dibutuhkan. Jika perubahan melibatkan sebagian besar terhadap perilaku dan sikap mereka, maka akan lebih sulit untuk merubahnya dan membutuhkan waktu yang lama.

Jika pimpinan manajemen perubahan mengetahui emosi normal yang dicapai, ini akan lebih mudah untuk memahami dan menghandel emosi secara benar.

Tulisan By: KHAIRIAH RAMADHANI, S.sos

about me..

alhamdulillah ini adalah blog pertama yang saya punya..

saya seorang mahasiswi aktif dari salah satu perguruan tinggi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. jurusan yang saya ambil adalah Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sebenarnya basic saya itu adalah Manajemen Akutansi selama saya sekolah di Sekolah Menengah Atas(SMA), akan tetapi ketika saya melanjutkan studi saya ke perguruan tinggi, saya mengambil pilihan tentang Administrasi Negara.

profil :

nama : Khairiah Ramadhani

lahir : 03 April 1991  Palangkaraya

film : action, korean movies & drama, komedi, anima

musik : korean music, indonesia & religious

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.